Orde Baru, Banyak Jasanya Banyak Dosanya.
Hi all, as usual, aku Salmadita Cahya dari kelas XII IPS 4 balik lagi nih. Kali ini masih sama dari bahasan artikel sebelumnya, yaitu artikel sejarah. First of all, aku mau minta maaf apabila ditulisan kali ini kurang maksimal nulisnya karena aku habis aja kehilangan artikel aku. Alias blogspot nya error dan tiba-tiba aja tulisan aku di artikel ini hilang semua setelah aku upload dan aku harus upload dan mulai nulis lagi dari nol. But now that i’ve not fully recover. (Hey, siri, play All Too Well 10 Minutes version by Taylor Swift) Aku mau minta maaf juga buat Pak Wikka sebagai guru sejarah indonesia apabila aku mengumpulkan tugas ini terlambat.
Baiklah, tanpa basa-basi, let’s jump right in!
Di pembahasan kali ini, aku akan khusus mengajak para pembaca untuk mengulas Orde Baru. Mulai dari kebijakan, program, sampai penyimpangan yang terjadi pada masa itu beserta dampak-dampaknya.
Kalian tau ngga kalau negara kita nih pernah dapet julukan macan asia? Jadi, dulu Pak Harto itu punya program Repelita, nah salah satu keberhasilan dari program ini tuh swasambada beras tahun 1980. Swasambada beras inilah yang menjadikan Indonesia yang dulunya negara pengimpor beras terbesar jadi bisa memenuhi kebutuhan beras dalam negerinya sendiri. Sebetulnya it’s not that surprising kalo Indonesia bisa menggapai itu sih, karena kan dari awal Pak Harto menjabat, beliau memang fokus dengan upaya membangkitkan ekonomi Indonesia.
Nah Pak Harto punya dua kebijakan nih. Kebijakan jangka pendek dan jangka panjang.
Kita ulas kebijakan jangka pendeknya dulu ya. Kebijakan ini dimulai pada saat awal-awal pemerintahannya Pak Harto yang dimaksudkan untuk mengontrol laju inflasi Indonesia. Ada dua program dalam kebijakan ini, yaitu stabilisasi dan rehabilitasi. Rehabilitasi disini tuh untuk benerin alat-alat produksi. Sedangkan stabilisasi nya itu ya untuk mengontrol inflasi dan biar harga tuh ngga melonjak terus guys.
Kebijakan ini turned out ampuh loh! Hanya dengan dua tahun setelah Pak Harto resmi menjabat, yaitu pada 1969, inflasi Indonesia yang sebelumnya mencapai 650% bisa turun ke angka 120%! Nah, kerusakan alat-alat produksi juga mulai diperbaiki dan diremajakan.
Lalu, pada 1 April 1969, Pak Harto akhirnya mengeluarkan kebijakan jangka panjangnya. Yaitu dengan adanya landasan pembangunan yang disebut Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Repelita terjadi selama 5 periode alias 25 tahun guys. Jadi, ada Repelita I, II, III, IV, dan V serta fokus dari masing-masing periode Repelita juga berbeda. Namun bukan hanya di bidang ekonomi aja, tapi juga mulai di bidang industri.
Banyak sih kemajuan-kemajuan di Indonesia selama masa Orde Baru. Seperti; tingkat kemiskinan berkurang, bangkitnya ekonomi Indonesia, angka kematian bayi juga berkurang, banyaknya orang tua yang akhirnya menyekolahkan anaknya di sekolah dasar, dan masih banyak lagi.
Namun, dibalik semua kesuksesan tersebut, terdapat sisi gelap pada masa ini. Seperti KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) yang sangat marak terjadi di pemerintahan, ada kecemburuan sosial antara pribumi dan imigran pekerja karena imigran dikasih tunjangan yang lebih gede, pembangunannya hanya fokus di beberapa titik aja yang mengakibatkan banyak terjadi pemberontakan karena warga di daerah ngga puas sama pembangunannya tuh ga merata, kesenjangan ekonomi juga terjadi, sampai adanya pelanggaran HAM dari berbagai etnis (singkatnya, Pak Harto agak rasis guys, bet he would’ve been canceled if he still alive today).
Komentar
Posting Komentar